|
Melon merupakan buah-buahan semusim yang kini berkembang sebagai komoditas agribisnis. Buah melon mempunyai nilai ekonomis dan prospek untuk dikembangkan sehingga diperlukan penanganan yang intensif dalam budidayanya. Komoditas ini cukup banyak diminati, selain rasanya enak juga mempunyai harga yang relatif tinggi baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Tanaman melon akan tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah bermutu serta menguntungkan, bila ditanam dengan memilih lahan sawah irigasi, dengan syarat penanamannya maksimal dua kali berurutan dua kali dalam satu tahun. Pastikan lahan tersebut bukan bekas tanaman cabai atau tomat. Dalam pemilihan benih, pilihlah varietas hibrida yang sudah dilepas dan memiliki daya adaptasi tinggi, mempunyai pasar yang jelas, serta benih yang bernas. Mutu benih dipilih dengan tingkat kemurnian lebih besar dari 95 persen, daya kecambah lebih besar dari 95 persen dan vigoritas kecambah tinggi, bebas dari biji gulma, tidak cacat, sehat serta bebas Organisme Pengganggu Tanaman/ OPT. Pembenihan Media tanam yang digunakan adalah tanah yang berasal dari sekitar rumpun bambu. Media dimasukkan ke dalam polybag berukuran 4 x 6 cm dan diletakkan dalam sungkup. Sungkup terbuat dari rangka bambu dengan lebar bawah 1 m – 1,25 m, tinggi 0,5 m – 0,6 m, bentuknya dibuat melengkung setengah lingkaran. Panjang sungkup disesuaikan dengan kebutuhan benih. Pembenihan harus berada di tempat terbuka dengan sirkulasi udara yang baik. Penyemaian benih dilakukan dengan terlebih dahulu merendam benih dalam air hangat dicampur fungisida berbahan aktif Propamokarb hidroklorida konsentrasi 2 ml/l atau Benomyl konsentrasi 0,5 g/l selama 4-6 jam. Kemudian benih ditiriskan, dan diletakkan di atas kertas koran basah selama 1 hari 2 malam atau 36 jam pada suhu kamar. Benih ditanam ke dalam media semai dengan ke dalaman 2 cm dengan letak calon akar atau bagian benih yang runcing berada di bawah (media semai dalam keadaan basah). Setelah berumur 10 - 14 hari atau telah memiliki 2 - 3 pasang daun sempurna, benih dipindahkan ke lapangan. Penanaman benih dilakukan pagi atau sore hari pada bedengan yang sehari sebelumnya telah disiram air terlebih dahulu sampai basah. Pengolahan tanah Penyiapan lahan untuk penanaman terlebih dahulu dibersihkan dari sisa tanaman dan sampah, kemudian dilakukan pembajakan dengan kedalaman 20 – 30 cm. Lahan dikering-anginkan selama 5 – 7 hari. Bila masih ada bongkahan tanah, haluskan dan dibiarkan selama 4 – 5 hari. Pembuatan bedengan dengan ukuran panjang maksimum 15 m, tinggi 30 - 50 cm, lebar 100 – 120 cm dan lebar parit 50 – 60 cm. Tinggi dan lebar parit disesuaikan dengan keadaan musim saat penanaman. Pada musim hujan, usahakan tinggi bedengan 50 cm, agar perakaran tanaman tidak terendam air sewaktu hujan. Sumber : Sinar Tani |